Sumber daya alam local atau sda local adalah sesuatu yang ada ditempat kita berada. Maka dari itu kita sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan YME, sebagai kholifah / pemimpin didunia ini harus bisa memanfaatkan sumberdaya yang ada. Pemanfaatan sumberdaya ala mini dibutuhkan kerja keras, teliti, dan usaha yang tidak kenal putus asa. Oleh karena itu kita harus pandai mengidentifikasi sumber daya alam yang ada menjadi sebuah produk yang bisa menghasilkan / meningkatkan ekonomi keluarga.
Kenapa harus sumber daya alam local? Karena kebiasaan manusia sekarang adalah konsumtif ( mengkonsumsi makanan yang lagi tren atau siap saji). Mereka lupa bahwa disekitar kita banyak sumber daya alam yang bisa kita jadikan produk – produk unggulan, baik yang dari hasil pertanian maupun horticultura.
Oleh karena itu kita harus bisa menganalisa semua hasil pertanian dan horticultura untuk bisa dijadikan produk – produk unggulan desa kita masing – masing. Dengan demikian kita bisa mengubah pola pandang masyarakat, yang mulai terdegradasi oleh produk – produk import. Budaya latah yang sekarang menjadi trend di masyarakat, sebaiknya dikurangi, atau dihilangkan sehingga masyarakat akan menunjukkan jati dirinya.
Ide semacam ini yang seharusnya menjadi landasan masyarakat kita khususnya masyarakat pedesaan yang kaya akan sumber daya alam local.
Jaringan antar petani dibutuhkan untuk mencari pasar dan menstabilkan produksi kelompok masing – masing. Oleh karena itu harus ada yang menjaga mutu dan kwalitas produksi.
Sebelum semua itu menjadi kenyataan, maka yang perlu dilakukan adalah penguatan kelembagaan masyarakatnya. Penguatan kelembagaan masyarakat harus berupa :
1. Paguyuban.
2. Perkumpulan.
3. Gerombolan.
Kerangka acuanya adalah:
APA ITU ORGANISASI
CIRI – CIRI ORGANISASI
Ada ketua
Ada anggota
Ada sekretaris
Ada bendahara
Kegiatan
Pertemuan
Dialog / komunikasi
Tujuan
Kenapa manusia perlu berorganisasi
supaya lebih kuat dalam mengatasi masalah
untuk tukar pikiran
saling membutuhkan
supaya lebih baik dari kondisi kemarin
supaya mendapat keuntungan
membutuhkan kebersamaan
mudah menyatukan visi / misi ( tujuan )
Bagaimana cara berorganisasi
satu pemahaman yang sama
saling percaya
harus berkelompok
mewujudkan niat
pembagian peran
tujuan danmandat dilakukan
menjauhkan emosi
mengutamakan kepentingan bersama
mentaati aturan yang sudah disepakati.
ORGANISASI
• VISI
• MISI
• RENCANA PROGRAM YANG MENGUSUNG VISI MISI
• DIFINISI PROGRAM KEGIATAN
• SIAPA BERPERAN APA
• MENGAPLIKASIKAN PROGRAM KEDALAM KEGIATAN
• MENJAGA BENANG MERAH PROGRAM DAN MERENCANAKAN TINDAK LANJUT
Prinsip – prinsip dasar Organisasi
jujur
loyal / gampangan
adil
saling membantu
transparan / terbuka
punya pendukung yang banyak
demokrasi
percaya diri
percaya pada person
cepat menyelesaikan masalah
Pesan bagi Pelaku CD
Utamakan Prinsip “SABAR”
DATANGLAH kepada KOMUNITAS
BELAJAR dari KOMUNITAS
BERENCANA bersama KOMUNITAS
BEKERJA bersama KOMUNITAS
MULAILAH dengan apa yang diketahui KOMUNITAS
BANGUNLAH apa yang dimiliki oleh KOMUNITAS
AJARILAH dengan CONTOH, BELAJARLAH dengan BEKERJA
BUKAN pertolongan atau penaklukan, MELAINKAN “pembebasan” & “pemberdayaan”
Pengembangan Kelembagaan dalam Pengembangan Komunitas
(Community Based Management)
(Community Based Management)

ANALISA POTENSI
|
|

|
|
IDE KREATIF
MENGGAGAS SOLUSI
v Inspirasi masyarakat biasanya berawal dari kemiskinan.
v Masyarakat miskin memiliki tenaga, semangat untuk hidup dan tradisi gotong royong yang kuat.
v Pengalaman menunjukan keswadayaan yang lebih berdayaguna untuk mencapai keinginan.
v Kebersamaan akan berkembang efektif kalau dilatih dan didampingi secara intens dan tepat.
GAGASAN SOLUSI HARUS PENUH DENGAN MUATAN KESWADAYAAN.
v Harus mencakup multi aspek. ( social, ekonomi, budaya, dan politik )
v Pemenuhan kebutuhan dasar.
v Mata pencaharian harus berkelanjutan.
v Kelompok sebagai kekuatan utama masyarakat interaksi dan interelaksi.
v Proses partisipatif.
v Akses financial harus mudah.
v Komunitas berbasis local.
v Jejaring.
KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) SEBAGAI PENGGERAK INSPIRATOR.
1. Wahana saling belajar mengajar (asih, asah, asuh)
2. Wahana pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah secara musyawarah mufakat.
3. Wahana mobilisasi sumberdaya internal anggota.
4. Wahana penghubung untuk akses informasi.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
INTERNAL EKSTERNALØ Anggota * lingkungan sosial
Ø Pengurus * hubungan dengan Pemerintah setempat.
Ø
Kegiatan * hubungan dengan pengusaha swasta.
Kegiatan * hubungan dengan pengusaha swasta.Ø System kerja
FAKTOR LAIN
SEBELUM SESUDAH
1. Kerentanan 1. Kemandirian
2. Ketidakberdayaan 2. keberdayaan
3. Kemiskinan 3. Keberlanjutan
FAKTOR KUNCI INTERNAL
1. Pendamping ( kecakapan dalam memfasilitasi )
2. Local innovator ( mempengaruhi orang – orang disekitarnya) replikasi.
3. Peningkatan kapasitas (managerial, wawasan/mindset dan munculnya inisiatif – inisiatif local.
4. Kesadaran
5. Memperkuat trust ( kepercayaan )
6. Usaha bersama.
7. Nilai tambah.
FAKTOR KUNCI EKSTERNAL
1. Kebijakan Pemerintah
2. Dukungan kepentingan 9 pamong desa, tokoh agama, pemuka masyarakat, dan lembaga bisnis.
3. Aspek kerentanan ( iklim, musim, bencana, politik )
MASALAH dan TANTANGAN
v Proses pengorganisasian kelompok yang membutuhkan intensitas Vs keinginan mencapai target secara instan.
v Program pemerintah yang sering bertentangan dengan prinsip – prinsip pengorganiasian kelompok.
v Hadirnya kelompok dan organisasi masyarakat yang hanya sekedar memanfaatkan peluang. (actor intelektualnya motivasi pendamping)
JEJARING
KUNCI KEBERLANJUTAN USAHA PRODUKTIF BERBASIS KOMUNITAS
o Identifikasi dan pembentukan kelompok secara partisipatif, komitmen jangka panjang.
o Peningkatan kapasitas ( inovasi skill )
o Mata pencaharian berkelanjutan untuk memanfaatkan potensi SDA.
o Pamong Desa
o Tokoh Masyarakat
o Tokoh Agama dll.
o Replikasi
o Perluasan manfaat
o Kader Desa ( local organizer, local innovator )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar