Faktor pedalaman menjadi hambatannya.
http://jaringnews.com/ekonomi/sektor-riil/41545/pengembangan-pltmh-di-indonesia-sangat-lambat
Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian ESDM, Rida Mulyana mengatakan, hambatan melakukan pengembangan PLTMH terjadi lantaran adanya beberapa kendala teknis di lapangan yang mengakibatkan pengembangan PLTMH belum dapat diimplementasikan.
Padahal potensi yang dapat dicapai sebesar 75 Giga Watt (GW) dan itu sangat potensial sebagai sumber energi alternatif. "Dengan potensi sebesar itu, namun yang terserap hanya sebesar 6 ribu mega watt (MW) dengan tersebar di seluruh wilayah Indonesia," kata Rida di Jakarta, Jum'at (24/5).
Akibatnya, pengembangan pembangkit PLTMH masih sangat tersendat dan terbilang lambat. Rida beralasan, potensi energi yang besar tersebut tidak dibarengi dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Rida menambahkan, bahkan daerah yang dituju untuk dapat dilakukan pembangunannya yang terdapat di pelosok daerah sangat sulit dilakukan, karena untuk masuk ke sana dibutuhkan pembangunan infrastruktur terlebih dahulu, seperti jalan dan prasarana lainnya.
"Yang jelas hambatannya karena masuk pedalaman. Masalah klasik lainnya adalah menyangkut sosial karena status lahan. Izin lahan masih sulit diperoleh," beber Rida.
Untuk itu, Rida mengharapkan kesabaran masyarakat daerah-daerah pedalaman. Pihaknya juga meminta dukungan pada pemerintah daerah (Pemda) terkait agar potensi PLTMH bisa dikembangkan, karena dapat meningkatkan rasio elektrifkasi di Indonesia khususnya wilayah Timur tanah air.